"Sebaik-baik kamu adalah yang paling bermanfaat bagi manusia." dan "Sebaik-baik kamu adalah yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya." (Al-Hadits)

Rabu, 04 Agustus 2010

Ma'na Da'wah - Da'watun Ilallah

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung." (Ali Imran : 104)

Islam mengajarkan kepada kita untuk berdakwah atau menyerukan nilai Islam dengan satu prinsip utama, yakni tauhid. Mengajak objek dakwah untuk beriman kepada Allah adalah tujuan seorang aktifis dakwah kampus melakukan semua kegiatannya. Ia mengajak untuk meyakini bahwa Allah pemilik semesta alam, Allah lah yang mengatur masa depan dan Allah pula yang memberikan nikmat maupun azab. Hanya karena Allah semua aktifitas manusia dimudahkan.


Cara pandang ini harus melekat pada setiap aktifis dakwah kampus. Karena dengan cara pandang inilah seorang aktifis dakwah akan memiliki energi lebih dalam melakukan aktifitasnya. Karena semuanya tiada arti tanpa Cinta-Nya. Bukan dengan membangun cara pandang bahwa dakwah itu untuk Lembaga Dakwah, atau agar sebanyak-banyaknya mahasiswa yang mengikuti mentoring, atau agar citra lembaga dakwah meningkat.




Itu semua hanyalah tujuan turunan, bukan tujuan utama. Perbedaan niat ini pun akan pula menentukan perbedaan dalam hal tingkat daya tahan dan keikhlasan. Ketika cara pandang yang dibangun adalah dakwah untuk lembaga dakwah, maka jika suatu saat lembaga dakwah mengecewakan dirinya atau lembaga dakwah tidak urung berkembang meski seorang aktifis dakwah sudah memberikan segala upaya, ia bisa saja akan mundur dari jalan dakwah ini.


Akan tetapi jika cara pandang yang dibangun, bahwa dakwah hanya untuk Allah, tiada peduli ia beraktifitas dimana atau bagaimana lingkungan dakwah yang ada. Dengan cara pandang ini, maka lembaga dakwah, mentoring atau lainnya hanyalah sebagai sarana saja, sarana untuk mendukung dan mempercepat seseorang agar bisa lebih mengenal Allah. Dalam salah satu ayat di Al Qur’an, Allah berfirman :


"Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan nasehat yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik." (An Nahl :125)

Dalam menjalan tugasnya sebagai pendakwah, tentu dibutuhkan berbagai kebutuhan mendasar yang diharapkan dapat menunjang dakwahnya kepada Allah. Minimum threeshold yang harus dimiliki oleh seorang aktifis dakwah kampus antara lain :

Pertama, Kepahaman Islam yang mendalam yang berlandaskan pada kekuatan ilmu yang baik serta keyakinan yang kokoh sebelum ia menjalankan aktfitas dakwah. Serta ditopang pula dengan penghayatan dan pendalaman terhadap Al Qur’an dan Sunnah.

Kedua, Iman yang mendalam yang membuahkan rasa cinta kepada Allah, rasa takut kepada-Nya, rasa mengharap kepada-Nya dan selanjutnya mengikuti Rasulullah Muhammad dalam segala urusan kehidupannya.

Ketiga, Menjadikan Allah sebagai landasan dalam segala hal, menjadikan Allah sebagai satu-satunya Cinta yang sejati. Seorang aktifis dakwah menjadi Allah sebagai alasan untuk ikhtiar dan tawakal serta meminta petunjuk dan pertolongan.

Inilah yang akan menjadi salah satu penopang keikhlasan yang kuat dan bertahan lama dari seorang aktifis dakwah. Dengan menjadikan Allah sebagai tujuan dari dakwah akan memberikan keberkahan tersendiri bagi aktifis dakwah dan lembaga dakwah dalam menjalankan perannya untuk mentransformasi masyarakat/komunitas menjadi masyarakat/komunitas yang mencintai Allah dan Allah pun juga mencintai mereka.


From : Ridwansyah Yusuf Ahmad, Keluarga Mahasiswa Islam (GAMAIS) ITB.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar